Overthinking itu Cuma Salah Titik Kritis

Overthinking itu cuma salah menempatkan titik kritis saja. Dalam hidup ini ada masalah yang perlu proses berpikir yang dalam dan ada yang tidak.
Contohnya seperti keputusan sederhana,
"Hari ini mau makan apa?"
Untuk pertimbangan ini, kita nggak perlu, dan bahkan nggak seharusnya overthinking untuk menentukan jawabannya. Kita cuma cukup memenuhi dua metriks penting yaitu sehat & kenyang.
Kita bisa memilih dengan mudah dan mengambil keputusan cepat tanpa pertimbangan yang matang. Keputusan ini relatif ringan dan konsekuensinya juga nggak terlalu signifikan.
Tapi bandingkan dengan keputusan yang jauh lebih kompleks, seperti
"Pola makan seperti apa yang cocok untuk penderita diabetes?"
Keputusan ini butuh pertimbangan yang jauh lebih dalam dan holistik. Kita perlu mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari jenis makanan yang dikonsumsi, jumlah kalori, sampai komposisi nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk mencegah penyakit tersebut.
Kita akan butuh riset, konsultasi ke dokter, dan mungkin bahkan pertimbangan perubahan gaya hidup yang signifikan. Perbedaannya ada pada kompleksitas masalah dan bobot konsekuensi dari keputusan yang diambil.
Pertanyaan pertama adalah keputusan sehari-hari yang sederhana, sementara pertanyaan kedua memerlukan analisis yang jauh lebih dalam dan berpotensi berdampak besar pada kesehatan jangka panjang.
Kesimpulannya, pertimbangkan apakah keputusan itu memiliki konsekuensi yang besar atau tidak. Temukan metriks penting apa saja yang perlu diperhatikan. Fokuskan energi untuk hal-hal yang benar-benar penting.
Tanyakan ke diri sendiri,
"Pantaskah aku overthinking untuk keputusan ini?"
"Apa konsekuensi terbesar dari keputusan ini?"
"Apakah aku bisa menerima konsekuensi ini?
"Jika bisa, bagaimana cara aku minimalisir risiko dari konsekuensi ini?"
